digital program

Ayah Aborsi Janin Yang Dikandung Anaknya

Ayah Aborsi Janin Yang Dikandung Anaknya
Konferensi pers kasus aborsi Muslik dan Eka Zulifah

Surabaya – Malu dengan tetangga, karena anaknya hamil di luar nikah, seorang ayah tega aborsi janin yang dikandung anaknya. Inilah yang dialami Eka Zulifah (22) yang terpaksa membunuh janin berusia 6 bulan dalam kandungan hasil hubungan di luar nikah dengan sang pacar, yang dibantu oleh ayah kandungnya Muslik (58).

Dua minggu lalu, Muslik baru mengetahui anak semata wayangnya hamil di luar nikah dengan kekasihnya. Namun Muslik telah berupaya mencari jalan untuk menutupi kabar buruk ini.

Lantas sang ayah nekat lakukan proses persalinan dengan cara memberi racikan dari minuman soda, nanas dan jeruk nipis. Usai meminum racikan tersebut, Eka mengeluhkan sakit dibagian perut layaknya orang yang akan melahirkan. Saat janin yang dikandungnya sudah dilahirkan dalam keadaan tak bernyawa, Muslik tak pikir panjang, langsung membuang bayi tak berdosa itu ke Sungai Kalimas.

TERPAKSA DILAKUKAN KARENA PACAR ENGGAN TANGGUNG JAWAB

Hal ini terpaksa mereka lakukan lantaran pacar Eka yang tak mau bertanggung jawab atas hubungan gelap yang mereka lakukan. Mengetahui Eka hamil, Hingga kini sang kekasih melarikan diri dan tak diketahui keberadaannya.

Ayah dan anak ini hanya bisa menangis pasrah saat digelandang ke Mapolsek Bubutan, Surabaya. Warga Ketandan Baru Surabaya ini mengaku bingung dan panik, dan dipikirannya hanya ada cara aborsi.

Sementara itu AKP Priyanto, Kapolsek Bubutan menuturkan, terungkapnya kasus pembuangan bayi di sungai berkat informasi masyarakat. Ada saksi mata yang menuturkan, melihat tersangka membawa anaknya ke rumah sakit Dr Soewandi dalam keadaan lemas dan pucat. Rupanya warga sekitar telah mencurigai gerak-gerik Muslik dan Eka. Setelah diperlihatkan bukti – buktinya, kedua tersangka tidak bisa mengelak dan langsung di tangkap.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, atas kasus ayah aborsi janin yang dikandung anaknya, Muslik dan Eka berhadapan dengan hukuman tahanan penjara. Ayah dan anak ini harus rela mendekam di balik jeruji besi tahanan Polsek Bubutan Surabaya, untuk waktu yang cukup lama. Keduanya dijerat pasal 346 KUHP dan atau pasal 348 KUHP dan 77 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara. (Krisna Fajar)

 

SHARE