digital program

DAS Brantas Rawan Bencana

DAS Brantas Rawan Bencana
Wali Kota Malang Sutiaji saat apel gelar pasukan penanggulangan bencana alam.

Malang – Daerah Aliran Sungai atau DAS Brantas rawan bencana. Terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, bencana hidrometeorologi tak bisa diprediksi. Salah satu faktor penyebabnya yakni perubahan iklim yang ekstrem. “Perlu antisipasi dan kewaspadaan dari seluruh elemen. Baik masyarakat, pemerintah, dan stakeholder,” kata Sutiaji saat Apel Gelar Pasukan dan Doa Bersama Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Kota Malang Tahun 2020.

Apel gelar pasukan digelar di Lapangan Bela Negara, Rampal, Kota Malang. Acara diikuti unsur Pemkot Malang, TNI, Polri, relawan, dan elemen masyarakat lainnya. Apel bertujuan untuk mengecek kesiapan tim gabungan serta alat dan sarana dalam mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.

Pada kesempatan itu, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menyampaikan bahwa apel gelar pasukan bukan seremonial belaka. Tapi sebagai manifestasi kesiapan pemerintah daerah, TNI, POLRI dan berbagai komponen masyarakat dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi. Termasuk mengantisipasi DAS Brantas rawan bencana.

“Mari hidup bergotong-royong dan kepedulian bersama dalam menangani bencana alam di Kota Malang dengan menghindari sifat ego sektoral. Kami berharap tidak terjadi bencana di Kota Malang,” ungkap Tommy Anderson.(Tuhu Priyono)

SHARE