digital program

Face Shield Jadi Dresscode Pesta Pernikahan

Face Shield Jadi Dresscode Pesta Pernikahan
Simulasi pesta pernikahan di masa new normal. (Foto: Krisna Fajar)

Surabaya – Pelaku usaha yang melayani jasa pernikahan menyambut gembira berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya. Aktivitas pesta pernikahan yang sebelumnya dilarang kini telah diperbolehkan kembali. Face shield dan masker pun menjadi dresscode wajib yang sebuah pesta pernikahan.

Para pelaku usaha yang melayani pesta pernikahan,seperti wedding organizer, katering dan vendor lainnya mulai bersiap menerima orderan. Namun sebelum kembali mengurus even pesta pernikahan, mereka harus beradaptasi dengan tatanan new normal. Maka mereka pun menggelar simulasi pesta pernikahan untuk penyesuaian tersebut, sekaligus meyakinkan para klien.

Pesta pernikahan di tengah wabah Covid-19 wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh tamu wajib memakai masker, cuci tangan, hingga prosesi foto bersama yang menerapkan physical distancing. Tak hanya tamu, panitia dan pengisi acara pesta pernikahan juga memakai masker serta face shield.

Baca Juga: Mempelai Laki-laki dan Perempuan Berjarak 1 Meter

“Kita mengadakan simulasi untuk memperlihatkan pada klien, bahwa saat pandemi ini kalau mau tetap menggelar pesta, tetap bisa save. Protokol kesehatan yang kita terapkan benar-benar ketat. Tamu datang masuk bilik, cek suhu, pakai handsanitizer. Undangan sudah disterilkan sejak di luar,” ungkap Indah Yuli Astuti, pelaku usaha pesta pernikahan, Selasa (23/6/2020).

Simulasi pernikahan ini digelas di Gedung Srijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Lokasi ballroom ada di lantai enam. Ketika tamu undangan masuk ke dalam lift juga dibatasi secara bergilir hanya empat orang. Begitu hendak masuk ballroom, undangan tidak perlu lagi mengisi buku tamu secara manual karena sudah diganti dengan alat scan kode QR.

Baca Juga: Kepala Daerah Surabaya Raya Komitmen Menuju New Normal

“Untuk hidangan makanan pun kita juga ada protokol ketat. Semua peralatan makan, sebelum kita set up, sudah kita sterilkan lebih dulu. Begitu juga sesudahnya. Ada petugas kita yang berkeliling melakukan sterilisasi menggunakan UV stick,” papar Indah.

Tamu undangan juga dibatasi tidak lebih dari 50 persen kapasitas gedung.  Para pelaku usaha even pesta pernikahan ini mengaku dengan menerapkan protokol kesehatan ini, pesta pernikahan yang mereka gelar dipastikan aman dari penularan dan penyebaran Covid-19. (Krisna Fajar)

SHARE