digital program

Generasi Milenial Pencita Sepeda Tua

Generasi Milenial Pencita Sepeda Tua
Azhar Kurniawan bersama temannya sedang mengayuh sepada tua.(Foto: Joko Prayitno)

Magetan – Bersepeda menjadi tren di  kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Aktifitas itu dilakukan secara pribadi maupun berkelompok atau tergabung dalam komunitas. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada sekelompok anak muda atau generasi milenial yang menggemari sepeda tua.

Azhar Kurniawan  merupakan satu dari sekian banyak penggemar sepeda tua. Barang peninggalan kakeknya tersebut selalu dirawat dengan baik. Ornamen pada sepeda juga tampak masih ada. Seperti bel atau lonceng dan lampu. Sepeda juga tampak masih kinclong meski usianya sudah tua.

Hampir setiap hari, Azhar membersihkan debu yang menempel di rangka sepeda. Rantai dan poros pada sepeda juga diberi pelumas secara berkala. Maka tak heran jika sepeda peninggalan zaman Belanda itu masih bisa digunakan sampai sekarang.

Azhar mengungkapkan, sepeda tua miliknya sempat hendak dijual oleh sang kakek. Tapi rencana itu dicegahnya. “Sepeda mau dijual. Saya minta, boleh,” ungkap pelajar kelas VIII salah satu SMPN di Magetan itu.

Bagi Azhar, sepeda tua peninggalan kakeknya memiliki keunikan tersendiri. Tidak seperti sepeda-sepeda yang diproduksi pada zaman sekarang. Sekalipun punya sepeda baru, ia lebih menggunakan alat transportasi peninggalan kakeknya.  “Uniknya, lampunya bagus. Bannya besar, terus ada bel,” cetusnya dengan polos.

Bersama teman-temannya sesama pencinta sepeda tua, Azhar kerap berkeliling ke sejumlah tempat. Mereka tak canggung ataupun gengsi meski harus mengayuh sepeda tua. Justru ada kebanggaan tersendiri bisa melestarikan sepeda tua hingga sekarang.(Joko Prayitno)

SHARE