digital program

Jenang Bedil, Takjil Khas Suku Osing

Jenang Bedil, Takjil Khas Suku Osing
Makanan resep nenek moyang Suku Osing

Banyuwangi – Nama kulier satu ini memang unik, Jenang Bedil. Jenis kudapan ini adalah makanan khas warisan nenek moyang Suku Osing yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur. Kuliner yang sudah ada sejak ratusan tahun silam ini diproduksi oleh warga Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi.

Kuliner warisan leluhur ini berbahan dasar tepung beras, tepung ketan, dan garam. Cara membuatnya juga mudah. Ketiga bahan dasar tersebut dicampur serta dibuat adonan menggunaan air panas. Usai tercampur adonan dibentuk bulat bulat seukuran peluru mainan anak-anak.

“Selanjutanya di atas kompor siapkan satu panci bubur berwarna hijau dari tepung beras. Bulatan tepung ketan dan beras tadi dicampurkan, biarkan hingga adonan matang,” kata Muslikah, salah satu pembuat Jenang Bedil di Singonegaran, Jumat (15/5/2020).

Ia mengaku selama bulan Ramadan ini, jajanan tradisional resep leluhur ini meningkat peminatnya. Hampir seluruh warga di Kota Banyuwangi yang ingin kudapan ini, memesan padanya. Maka tak heran, ia sampai kewalahan melayani. Baru selesai satu bungkus, langsung diambil pemesan. Begitu seterusnya.

“Jenang Bedil ini memang favorit untuk buka puasa khas Banyuwangi. Kan disunnahkan makan takjil yang manis, makanya makanan ini cocok sekali karena rasanya manis. Makanya, sela puasa seperti ini pesanan selalu banyak,” ungkap Muslikah.

Ungkapan Muslikah ini memang benar. Menu takjil andalan yang dibuatnya laris manis. Salah satu pembeli yang datang ketempatnya adalah Selvia Aprilia Fitriani. Ia mengaku selalu membeli kudapan ini untuk menu buka puasa.

“Ini makanan peninggalan nenek moyang Suku Osing. Saya selalu membeli Jenang Bedil karena keluarga semunya suka untuk menu buka puasa,” tutur Selvia.

Jajanan ini memang tergolong unik, serta sudah mulai susah dijumpai di pasaran. Jenang Bedil dijual dengan harga ekonomis, hanya Rp 10 per bungkus. (Pendik Riyatno)

SHARE