digital program

Membiasakan Makan Bersama Terhalang Sekat Akrilik

Membiasakan Makan Bersama Terhalang Sekat Akrilik
Pengunjung foodcourt membiasakan diri ngobrol disekat akrilik. (Foto: Deasy Anggraini)

Surabaya –  Memasuki masa transisi menuju ke tatanan new normal, banyak perubahan yang terjadi di semua sektor.  Termasuk di kawasan mal dan restoran. Pengunjung kini harus membiasakan diri makan satu meja dengan dibatasi sekat akrilik.

Hal ini dapat ditemui, salah satunya di foodcourt Tunjungan Plasa Surabaya. Selain mengurangi jumlah meja dan kursinya, pengelola juga menerapkan pemasangan akrilik  di setiap meja.

Ini dilakukan untuk melindungi antar pengunjung, sehingga droplet yang menjadi penyebar virus tidak terkana pengunjung lain. Pengunjung pun mengaku awalnya merasa aneh dengan kondisi seperti ini.

“Memang awal-awal rasanya aneh. Tapi lama-lama terbiasa. Pemasangan sekat ini juga demi kebaikan kita bersama agar tidak tertular Covid-19,” kata Eka, salah satu pengunjung foodcourt, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga: Kurangi Interaksi Lewat Aplikasi

Hal senada juga dikatakan Silvy, pengunjung lain. Ia merasa senang dengan adanya pemasanga sekat di meja foodcourt. “Saya malah merasa aman seperti ini. Droplet yang mungkin tanpa sengaja keluar tidak mengenai kita karena terhalang sekat. Meski ada penghalang, komunikasi juga tidak terganggu. Suara tetap bisa terdengar jelas,” ucapnya.

Sedangkan Direktur Marketing Pakuwon Grup Sutadi Purnomosidi, mengaku pihaknya memang ingin mengajak masyarakat memiliki kesadaran diri mematuhi peraturan protokol kesehatan. “Kami memasang sekat akrilik di setiap meja ini memang untuk membuat para pengunjung merasa aman dan bisa tetap menikmati makan di sini,” katanya.

Sementara itu, di Kota Mojokerto, masyarakat mulai memenuhi mendatangi alun-alun di Jalan Veteran, Kecamatan Prajuritkulon. Meski tak seramai biasanya, namun pengunjung selalu ada. Baik itu untuk sekadar jalan-jalan atau olahraga.

Baca Juga: Masuk Gressmall Gratis Minum Jamu

Salah satunya seperti Zahfa. Ia mengaku sengaja datang ke alun-alun untuk membuat vlog yang merupakan tugas dari sekolah selama libur di  masa pandemi. “Ini untuk membuat vlog tugas sekolah. Sengaja memilih taman karena suasananya yang asri dan dekat dengan rumah,” tutur siswi kelas 8 SMP ini.

Sedangkan beberapa warga lain, mengaku ke alun-alun untuk refresing setelah berbulan-bulan di rumah saja mengikuti anjuran pemerintah. “Mau pergi ke tempat rekreasi juga belum buka. Makanya, rekreasinya ya kesini saja,” kata Elmi Asih, salah satu pengunjung alun-alun. (tim bbs)

SHARE