digital program

Menikmati Gulai Maryam, Kuliner Negeri  1001 Malam

Menikmati Gulai Maryam, Kuliner Negeri  1001 Malam
Pelanggan menikmati kuliner Gulai Maryam

Surabaya – Menu kuliner Arab memang menjadi favorit di bulan suci Ramadan. Salah satunya adalah Gulai Maryam. Kenikmatan gulai kacang hijau yang dipadukan dengan gurihnya Roti Maryam ala Negeri 1001 Malam ini, diyakini para penggemarnya dapat menambah stamina untuk menunjang aktifitas selama berpuasa.

Salah satu kedai Gulai Maryam yang terkenal adalah milik Fitri Nur Aisyah yang berada di Jalan Sultan Iskandar Muda. Kedai di wilayah Kecamatan Semampir, Surabaya, mulai ramai dikunjungi penikmat kuliner kala malam datang. Kedai buka mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang sahur.

Warung kaki lima yang berada tak jauh dari lokasi makam Sunan Ampel ini menyediakan menu kuliner khas Arab yang lezat itu. Kuliner ini sudah mempunyai tempat tersendiri di lidah para penggemarnya.

Untuk menikmati hidangan ini, Anda tidak perlu merogoh kocek cukup dalam. Untuk porsi biasa, yang terdiri satu porsi gulai kacang hijau dan 1 potong Roti Maryam, hanya cukup membayar Rp 21 ribu saja.

Untuk membuatnya juga terbilang cukup mudah. Fitri hanya menggunakan bumbu seperti bawang putih,bawang merah, kacang hijau, minyak samin Unta, dan ditambah irisan daging kambing. Sementara untuk Roti Maryam, hanya berbahan dasar tepung roti, mentega dan sere.

Kenikmatan gulai kacang hijau yang dipadukan dengan gurihnya Roti Maryam ala Negeri 1001 Malam ini, diyakini dapat membuat badan terasa lebih segar dan dapat menunjang aktifitas selama berpuasa.

Wahid salah pelanggan, mengaku sangat menyukai kuliner ini, lantaran dipercaya mampu meningkatkan staminanya untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. “Saya memang sangat suka makanan ini. Kalau habis makan itu rasanya badan ini lebih fit sehingga siap menjalani puasa dengan lebih semangat,” kata Wahid, Kamis (14/5/2020) malam.

Sementara itu, Fitri Nur Aisyah mengatakan, kedainya biasanya mengalami peningkatan omset yang cukup tinggi saat Ramadan. Namun saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, omsetnya merosot tajam hingga 70 persen.

“Biasanya sehari bisa menghabiskan tiga dandang kuah kacang hijau. Namun saat ini hanya menghabiskan satu dandang kuah saja,” ungkap Fitri. (Krisna Fajar)

SHARE