digital program

Pedagang Bunga Sepi Pembeli Saat Valentine

Pedagang Bunga Sepi Pembeli Saat Valentine
Pernak-pernik Valentine.

Surabaya – Valentine kerap dirayakan dengan memberikan bunga kepada orang tersayang. Tapi bukan berarti Hari Kasih Sayang meningkatkan penjualan bunga. Justru sebaliknya, pedagang bunga sepi pembeli saat Valentine.

Sejumlah pihak melarang perayaan Valentine setiap 14 Februari. Selain bukan budaya asli Indonesia, perayaan Valentine kerap mengarah ke hal-hal negatif. Larangan perayaan Valentine salah satunya dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Surat edaran larangan sudah dikirimkan ke orang tua murid sejak 12 Februari lalu.

Sepertinya, larangan perayaan Hari Kasih Sayang membawa dampak. Pedagang bunga sepi pembeli saat Valentine. Kendati demikian, pedagang tetap menjajakan bunga untuk Valentine. Antara lain di kawasan Pasar Bunga, Jalan Kayoon, Surabaya. Di sana, berjajar puluhan pedagang bunga.

Salah satu pedagang bunga mawar plastik Ony mengaku omset penjualannya menurun 50 persen sejak adanya larangan perayaan Valentine. “Tapi saya dan beberapa pedagang lainnya tetap berjualan bunga untuk Valentine,” ujarnya.

Kondisi berbeda dialami Asmaul Husna. Pedagang bunga mawar hidup atau asli itu justru mengalami peningkatan omset hingga 20 persen. “Lumayan banyak yang beli,” cetusnya.

Mawar masih menjadi ikon untuk mengungkapkan kasih sayang. Jadi para pedagang selalu menjual bunga tersebut. Baik jenis bunga mawar plastik maupun asli yang di bungkus plastik atau dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat menarik.

Beberapa pedagang  tampak mengreasinya menjadi hand buket bunga di tambah dengan berbagai jenis boneka. Tampilannya pun menjadi menarik. Selain itu, beberapa pedagang juga menjual aneka boneka dengan berbagai ukuran. Ada pula bantal unik yang di kemas dalam kotak plastik dengan hiasan pita.

Harga yang dipatok para pedagang bervariasi. Untuk satu tangkai bunga mawar dibanderol mulai Rp 10 ribu. Sedangkan buket bunga dan boneka dipatok Rp 100 ribu. Lalu aneka jenis boneka dijual mulai Rp 50 ribu hingga Rp 350 ribu.(Deasy Anggraini)

SHARE