digital program

Pelaksana: IGD Ambruk Karena Human Eror

Pelaksana: IGD Ambruk Karena Human Eror
Iliya Widiyanto, Manajer administrasi PT Galakarya saat ditemui awak media

Madiun – Pelaksana: IGD ambruk karena human eror. Insiden ambruknya pekerjaan tembok lantai dua proyek IGD RSUD Caruban masih menyisakan kejanggalan. Sebelumnya pihak DPRD Kabupaten Madiun menyatakan jika menduga adanya kejanggalan dalam perencanaan pada paket pekerjaan tersebuT. Selain karena terlalu dekat dengan ruang farmasi, namun dari segi kuantitas pekerjaan pun DPRD juga mempertanyakannya kepada pelaksana proyek PT Galakarya.

 

Pelaksana: IGD ambruk karena human eror. Manajer administrasi PT Galakarya, Iliya Widiyanto menyatakan insiden ambruknya tembok berukuran panjang 10 meter dengan ketinggi baru 90 centimeter itu dimungkinkan adanya human error.

 

“Kolom praktis besi yang dimasukkan ke dalam dinding butuh waktu agar kuat. Tapi justru ambrol duluan karena bebannya kalah dengan kanopi berbahan beton”

 

Dijelaskan untuk mutu dan bahan proyek senilai 13,9 miliar tersebut, telah  memenuhi syarat. Kepastian tersebut lewat uji laboratorium yang sudah mendapatkan approval. Proses tersebut sudah dicek konsultan pengawas PT Kusuma Bangun Karya.

 

Selain fokus pada penyelesaian paket pekerjaan, PT Galakarya juga dituntut agar segera memperbaiki ruang farmasi yang terdampak. Tidak hanya itu, PT Galakarya juga dituntut bertanggung jawab atas 2 korban pegawai RSUD Caruban yang terluka.

 

Sebelumnya, Komisi D DPRD Kabupaten Madiun telah melihat lokasi kejadian. Selain itu, tim Komisi D juga telah meminta penjelasan kepada PT Galakarya. Bahkan dari pihak konsultan pekerjaan pun juga turut dicecar sejumlah pertanyaan, terkait  konsep perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. (Wiwiet Eko Prasetyo)

 

 

 

 

SHARE