digital program

Penerimaan Zakat Terkikis Corona

Penerimaan Zakat Terkikis Corona
Proses penyaluran zakat di Masjid Agung Baitul Hakim, Kota Madiun.(Foto: Wiwiet Eko Prasetyo)

Gresik – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan sedekah Nahdlatul Ulama (Lazinu) Kabupaten Gresik rutin melakukan kegiatan di penghujung Ramadan. Yakni, mengumpulkan dan menyalurkan zakat. Tapi tahun ini, penerimaan zakat terkikis Corona atau Covid-19.

Sebelum ada wabah Covid-19, Lazisnu Gresik pernah kumpulkan zakat hingga Rp 100 juta. Tapi Ramadan tahun ini menjelang Idul Fitri, zakat yang terkumpul baru senilai Rp 30 juta. “Fakta di lapangan, ada penurunan pengumpulan. Zakat, infaq dan sedekah ada penurunan drastis sampai 60 persen,” ucap PC Lazisnu Gresik Mushoffa Azis dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Penerimaan zakat terkikis Corona tak hanya dialami PC Lazisnu Gresik. Kondisi serupa juga terjadi di Masjid Agung Baitul Hakim, Kota Madiun. Masjid tersebut tetap melayani penyaluran zakat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti menggunakan masker dan mencuci tangan ketika hendak membayar zakat.

Panitia penerimaan zakat fitrah Masjid Agung Baitul Hakim, Abdul Najib mengatakan, tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Selain harus menerapkan protokol Covid-19, penerimaan zakat fitrah turun hinga 50 persen.

“Salah satu penyebabnya larangan mudik. Sebelumnya banyak dari luar yang bayar zakat di sini. Sekarang tidak ada yang mudik, bayarnya zakat juga di sana (peranntauan),” tutur Abdul Najib.

Tahun lalu, Masjid Agung Baitul Hakim  mampu menghimpun dan menyalurkan zakat sekitar 6 ton beras. Adapun 3 ton di antaranya merupakan hasil zakat mal yang kemudian dibelikan beras. Sedangkan sisanya merupakan zakat fitrah. “Untuk sekarang, uang yang terkumpul bisa untuk beli 3 kuintal beras,” imbuh Abdul Najib.

Diharapkan, wabah Covid-19 segera berakhir. Sehingga aktifitas kembali normal. Termasuk aktifitas keagamaan.(Tim)

 

SHARE