digital program

Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden & Wakil Presiden

Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden & Wakil Presiden
Salah satu peragaan adegan memadamkan api

Mojokerto – Pengamanan jelang pelantikan Presiden & Wakil Presiden. Jelang pelantikan Presden Joko Widodo dan Wakil Presiden K-H Ma’ruf Amin. Satuan Brimob Polda Jatim mengikuti latihan puan dalmas di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Senin (14/10/2019).

Kegiatan latihan ini dilakukan sebagai persiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober nanti.

Dalam latihan kali ini, 401 personil Satuan Brimbob dari Polres se Jawa Timur mendapatkan materi, pengamanan dan antisipasi kebakaran oleh massa.

Satuan Brimob Polda Jatim yang mengikuti latihan ini terdiri dari Polres Pacitan, Polres Situbondo, Polres Blitar, Polres Mojokerto dan Samapta se-Jawa Timur.

Pelatihan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Dir Samapta Polda Jatim, Kombes Pol Sugeng, serta didampingi Kabagdalops Biro ops AKBP Aman Guntoro.

Dalam pelatihan, diperagakan bagaimana cara pengendalian massa  mulai dari awal hingga akhir. Selain pemadaman kebakaran di lokasi, personil Sabhara juga dilatih menggunakan senjata gas air mata.  Serta sikap awal dan sikap pokok dalam penguatan barisan didepan massa.

Setelah pelatihan di lapangan pacin, Satbrimob Polda akan mengikuti Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Polda Metro Jaya. Dan setelah itu personil akan ditempatkan di beberapa titik yang berpotensi adanya aksi demo di Jakarta.

Pengamanan jelang pelantikan Presiden & Wakil Presiden. Jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K-H Ma’ruf Amin. Polres Malang Kota juga menggelar simulasi penanganan massa aksi. Simulasi yang melibatkan lebih dari 800 personel Polri, TNI dan Satpol PP berlangsung di depan Kantor DPRD Jalan Tugu Kota Malang.

Simulasi ini disaksikan langsung Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Toni Harmanto. Simulasi ini menggambarkan adanya gerakan massa yang menolak pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Yang melakukan aksi di depan Kantor DPRD Kota Malang.

Simulasi penanganan massa aksi diharapkan dapat melatih kesiapan aparat kemanan dalam melaksanakan tugas saat menghadapi massa aksi. Selain itu simulasi tersebut sebagai persiapan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 20 Oktober mendatang. (Djayadi Nur & Tuhu Priono)

SHARE