digital program

Perajin Batik Tertolong Pesanan Masker

Perajin Batik Tertolong Pesanan Masker
Perajin batik tulis Ronggo Mukti sedang melakukan proses produksi.(Foto: Agus Susanto)

Probolinggo – Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dikenal sebagai sentra batik. Produk andalanya adalah batik tulis Ronggo Mukti. Bahkan sejumlah batik karya para perajin sudah dipatenkan.

Sejak memwabahnya virus Corona atau Covid-19, sentra batik tulis Ronggo Mukti tak lagi bergairah. Penjualan produk menjadi seret. Alhasil, omzet yang diterima perajin batik mengalami penurunan. “Sebelum ada pandemi, penghasilan bisa mencapai puluhan juta rupiah (per bulan). Sekarang turun sekitar 60-65 persen,” kata perajin batik tulis Ronggo Mukti, Mahrus Aji dalam keterangannya.

Kondisi tersebut memaksa para perajin batik untuk memutar otak. Sebab tak lagi bisa mengandalkan penjualan batik tulis berupa lembaran maupun sudah dibuat menjadi pakaian. Segala upaya dilakukan untuk menyelamatkan usaha agar tidak gulung tikar. Termasuk memproduksi masker.

Seperti terlihat di rumah Mahrus. Sejumlah pekerja tampak sibuk. Mereka membuat masker dengan menggunakan kain batik. Mulai memotong kain, menjahit, hingga melakukan pengemasan.

Mahrus mengungkapkan, para perajin batik banyak mendapatkan pesanan masker dari pemerintah maupun instansi swasta. Mau tidak mau, pesanan tersebut harus diterima demi mendapatkan pemasukan. “Kami bertahan dengan program pemerintah pengadaan masker,” tukasnya.

Masker yang dihasilkan perajin pun berbeda. Sarana penutup mulut dan hidung tak sekadar kain polos biasa. Melainkan bermotif batik sehingga lebih menarik.

Lebih lanjut, Mahrus menambahkan, batik tulis Ronggo Mukti sudah menembus pasar nasional. Pemasarannya bukan hanya di Probolinggo atau Jawa Timur. Tapi juga sampai Tangerang, Bandung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan daerah lainnya.

Jenis batik tulis Ronggo Mukti sendiri bervariasi. “Selain pakem yang sudah dipatenkan, ada ratusan motif sesuai permintaan,” pungkasnya.(Agus Susanto)

SHARE