digital program

Sopir Bus Terancam Hukuman Mati

Sopir Bus Terancam Hukuman Mati
Safi’ih saat digelandang ke kantor BNNP Jatim untuk diperiksa secara intensif

Surabaya – Sopir bus terancam hukuman mati. Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jawa Timur berhasil menangkap Safi’ih, 37, sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP), Jurusan Tanjung Pinang-Bangkalan, Madura. Ia adalah seorang sopir bus yang terbukti mengangkut 4,178 kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Sabu – sabu ini dikirim dari Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung menuju Bangkalan Madura.

Saat diperiksa tim pemberantasan BNNP Jawa Timur, terdapat satu buah kardus didalamnya berisi empat bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,178 kilogram. Untuk mengelabui anjing pelacak, pengirim sengaja menaruh dua bungkus paket kopi bubuk kemasan di dalam kardus.

“Tersangka satu orang. Inisialnya S. Sopir bus yang membawa barang titipan (sabu),” kata Kabid BNNP Jawa Timur Kombes Pol Arief Darmawan.

Dari hasil pemeriksaan, sabu-sabu tersebut dititipkan seseorang di Pangkal Pinang untuk dikirim ke Bangkalan, Jawa Timur. Dan tersangka mendapat imbalan 175 ribu rupiah.

Arief menambahkan, diduga sabu-sabu ini merupakan bagian dari peredaran jaringan internasional dari Malaysia masuk ke Sumatera dan selanjutnya diedarkan ke sejumlah daerah di Indonesia melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Sopir bus terancam hukuman mati. Adapun tersangka Safi’ih dijerat  dengan Pasal 115 ayat (2), juncto Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara atau maksimal pidana mati. (Krisna Fajar)

SHARE