digital program

Tangkap Tiga Pelaku Produsen Obat Ilegal

Tangkap Tiga Pelaku Produsen Obat Ilegal
Sejumlah obat dan jamu ilegal barang bukti dipamerkan saat siaran pers

Malang – Satreskrim Polres Malang Jawa Timur, berhasil tangkap tiga pelaku produsen obat ilegal. Bahkan pelaku juga menjadi  produsen jamu illegal, yang sudah banyak beredar di masyarakat. Siswandi, Suyadi, dan Sholeh Aziz, pelaku pembuat serta pengedar obat-obatan dan jamu ilegal yang ditangkap pihak Satreskrim Polres Malang. Ketiganya ditangkap bersama sejumlah barang bukti berbagai jenis obat-obatan dalam bentuk kemasan. Serta puluhan dus obat-obatan serta jamu dalam bentuk cair, yang dikemas dalam botol. Selain itu polisi juga mengamankan dua mobil jenis minibus, serta satu unit sepeda motor yang digunakan ketiga pelaku sebagai kendaraan operasional.

Ketiga pelaku ini memiliki peran yang berbeda. Satu pelaku merupakan pemilik atau produsen, sedangkan satu pelaku sebagai distributor.  Ada pula satu pelaku lagi yang berperan sebagai pengecer ke pasaran.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini, berawal dari adanya informasi peredaran obat serta jamu yang tak memenuhi standar beredar di pasaran. Mendapat informasi tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan, dan mengamankan seorang pengedar atas nama siswandi. Dari Siswandi ini, polisi langsung melakukan pengembangan dan kemudian menangkap Suyadi selaku distributor. Jamu serta obat-obatan ini diramu dan diracik sendiri oleh produsen, tanpa mengikuti aturan yang dianjurkan dan tanpa izin.

Dalam siaran pers, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan obat dan jamu ilegal tersebut dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari harga RP 750.000 hingga puluhan ribu rupiah.  Bahkan dalam satu bulan, omzet yang didapatkan pelaku cukup besar. Dalam satu bulan omzet yang dihasilkan dari prosuksi obat serta jamu ilegal ini, mencapai belasan juta rupiah.

Akibat perbuatannya ini ketiga pelaku dijerat Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009. Pasal Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Tuhu Priono)

 

SHARE