digital program

Tertarik Menjadi Polisi Karena Seragam

Sidoarjo – AKP Rohmawati Laila, begitulah pangkat dan nama lengkapnya. Kesehariannya menjabat sebagai Kapolsek Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Perwira pertama dengan balok tiga di pundak itu memiliki cerita sendiri hingga akhirnya menjadi polisi.

Di sela kesibukan menjalankan tugas, Laila menyempatkan diri untuk bercerita kepada awak media tentang kisahnya menjadi anggota Polri. Semua berawal dari kekagumannya kepada sosok polisi wanita (Polwan). Terutama ketika mengenakan seragam dinas.

“Pertimbangan awal tertarik jadi polisi dari seragam. Melihat seragam Polwan itu beda. Kok keren sekali. Ada macam-macam seragamnya. Kewibawaan seorang perempuan terlihat saat menggunakan seragam. Ini yang membuat saya tergelitik dan semangat menggebu-gebu masuk polisi,” kata Laila ketika diwawancarai di kantornya.

Laila yang saat itu masih remaja terus memimpikan untuk menjadi Polwan. Cita-cita tersebut lantas coba diwujudkan dengan ikut seleksi ketika ada pendaftaran anggota Polri. Singkat cerita, Laila berhasil menjadi Polwan. “Saya membayangkan kalau menggunakan pakaian dinas tersebut (Polwan), pasti bisa menjadi perempuan hebat. Ini yang ada di benak saya saat itu,” ungkap polwan berhijab asal Sidoarjo itu.

Sepanjang karirnya, Laila pernah menduduki sejumlah jabatan. Di antaranya sebagai Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Sidoarjo. Kemudian menjabat Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo, sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Kapolsek Wonoayu.

Di tengah kesibukan menjadi anggota Polri, Laila tak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan. Yakni, sebagai istri dan ibu. Komunikasi dengan keluarga terus dilakukan. “Kami harus bijak membagi waktu . Utamanya, memberi pengertian kepada keluarga bahwa kami perempuan karir. Tidak bisa sepenuhnya untuk keluarga,” terangnya.

Laila menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan yang utama saat berdinas. Tapi di sisi lain, ia tak melupakan perannya sebagai istri dan ibu. “Meski sebagai Polwan, tetap harus komunikasi dengan keluarga. Menanyakan kondisi keluarga, sudah makan belum, komunikasi seperti ini tidak boleh putus. Kewajiban sebagai ibu tetap lengket dalam hati. Karena itu kodrat sebagai ibu dan istri,” tandasnya.

Di HUT ke-74 Bhayangkara, Laila berharap agar masyarakat  mendukung Polri dalam menjalankan tugas dan kewajibanya. Terutama di masa pandemi Covid-19. Masyarakat dihimbau tetap menjalankan protokol kesehatan demi kepentingan bersama.

Sementara itu, Kades Sawocangkring Sugito memberikan apresiasi kepada AKP Rohmawati Laila pada peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, Laila merupakan sosok Polwan yang memiliki etos kerja tinggi.

“Kepemimpinan Ibu Laila, saya takjub. Walaupun perempuan, etos kerjanya tinggi sekali. Benar-benar memasyarakat. Senang berkomunikasi dengan masyarakat,” ucap Sugito.(Al Anshori)

 

SHARE