digital program

Transaksi Nontunai Akan Diterapkan di Pasar  

Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melakukan terobosan terkait dengan masa transisi new normal atau normal baru. Salah satunya, transaksi nontunai akan diterapkan di pasar tradisional. Baik untuk pembayaran retribusi maupun transaksi antara penjual dan pembeli.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menghadirkan sebuah aplikasi untuk menunjang transaksi nontunai di pasar. Masyarakat bisa mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut di smartphone. Selajutnya men-scan barcode untuk mengaktifkan aplikasi.

Tahap awal, transaksi nontunai diberlakukan kepada para pedagang ketika melakukan pembayaran retribusi pasar. Ke depan akan diterapkan secara menyeluruh. Termasuk transaksi antara penjual dan pembeli.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Disperindag melakukan kerja sama dengan sejumlah bank. Adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Jawa Timur (Jatim).

“Kami melakukan bersama pihak berbankan. Sudah kami lakukan di masing-masing pasar. Bank Jatim launching di Pasar Sukodono. BRI di Pasar Larangan. Tapi karena kami belum membuka giro retribusi, (kerja sama dengan BRI) belum bisa dilaksanakan cepat,” kata Kabid Pasar Disperindag Sidoarjo Nawari saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020).

Protokol kesehatan pencegahan virus Corona atu Covid-19 juga terus diterapkan di pasar tradisional. Di antaranya, pengunjung dan pedagang wajib memakai masker. Petugas tak akan segan melakukan penindakan bila ada yang melanggar. “Sebelumnya ada sebagian pedagang yang tidak menggunakan masker, harus kami tutup. Pengunjung tidak pakai masker, KTP-nya disita. Ada yang menangis, akhirnya kami lepaskan kembali,” terang Nawari.

Setiap pengunjung pasar tradisional dites suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Selain itu, disediakan fasilitas untuk mencuci tangan. Masing-masing pasar setidaknya disediakan 4-8 tandon air untuk mencuci tangan.

“Protokol kesehatan akan diperketat di pasar tradisional. Pengelola sudah diberi pembinaan dan pengawasan. Tujuannya agar potensi penyebaran Covid-19 bisa dihindari,” tegas Nawari.

Di Sidoarjo, terdapat ada 16 pasar tradisional yang setiap hari beroperasi. Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo telah mengeluarkan aturan terkait jam operasional pasar dan penerapan ganjil genap untuk para pedagang. Regulasi tersebut tak lagi diterapkan seiring dengan berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).(Al Anshori)

 

SHARE